Imigran Rohingya Kabur dari Penampungan di Aceh

Sebanyak 7 imigran etnis Rohingya yang ditampung di Balai Latihan Kerja( BLK) Kota Lhokseumawe, Aceh kabur dengan menggunakan hujan rimbun serta listrik yang padam. Tetapi, 6 antara lain sukses diangkap serta satu masih dalam pengejaran.

” Mereka berupaya kabur pada Selasa( 17/ 11/ 2020) malam. Tetapi, 6 di antara lain ditangkap, serta seseorang yang lain masih dalam pengejaran,” kata Pembina Satuan Tugas( Satgas) Penindakan Imigran Rohingya Letkol Arm Oke Kistiyanto di Lhokseumawe, Aceh, Rabu( 18/ 11/ 2020).

Letkol Kistiyanto yang pula Komandan Kodim 0103/ Aceh Utara berkata, imigran Rohingya tersebut kabur sehabis menggunakan keadaan hujan rimbun serta listrik padam krisis kemanusiaan rohingya .

Ia mengatakan awal mulanya terdapat 5 orang yang kabur dari penampungan dekat jam 19. 45 Wib. Kelimanya perempuan, ialah Samsunahar( 21), Amira Bibi( 18), Syahazam( 18), Sajidah( 20), serta Janu Bibi( 18).

” Sehabis mengenali terdapat yang kabur, petugas jaga dari Tentara Nasional Indonesia(TNI) serta Polri langsung mencari serta mengejar mereka. Sampai kesimpulannya seseorang di antara mereka atas nama Samsunahar ditemui dikala sembunyi di semak- semak dalam keadaan basah kuyup pada Rabu( 18/ 11/ 2020) jam 00. 20 Wib,” kata Kistiyanto.

Selang 3 jam setelah itu, dikala petugas mencari 4 imigran kabur tersebut, 2 imigran Rohingya yang lain melarikan diri dari penampungan. Keduanya ialah Umme Kawser( 21) serta Aisyah Begum( 15).

” Tetapi, petugas kesimpulannya menciptakan mereka bersembunyi di semak- semak di balik BLK Lhokseumawe,” kata Kistiyanto semacam dilansir dari Antara.

Baca Juga : Membuat Link Balik Edu

Satu Orang Masih Dicari

Pencarian terus bersinambung sampai kesimpulannya petugas menciptakan 3 imigran Rohingya yang lain pada jam 07. 49 Wib. Mereka ditemui di suatu kios di Muara 2, Kota Lhokseumawe, dikala menunggu jemputan. Ketiganya ialah Amira Bibi, Sajidah, serta Janu Bibi.

” Seseorang lagi bernama Syahazam masih dalam pencarian. Sebaliknya 6 imigran Rohingya tersebut telah diserahkan kepada petugas lembaga internasional mengurusi pengungsian,” kata Letkol Oke Kistiyanto.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *