aqiqah kabupaten tangerang

Hukum aqiqah sehabis dewasa

لغلاممرتهنبعقيقتهتذبحعنهيومسابعهويحلقويسمى

“ Tiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelih pada hari ketujuh, dicukur, serta diberi nama.”

Diriwayatkan Imam Ahamd, Nasa’ i, Abu Daud, Turmudzi, serta Ibn Majah, dari Samurah bin Jundub radliallahu‘ anhu dengan sanad yang shahih.

Tentang hukum aqiqah sehabis berusia, sebab dahulu kala balita tidak diaqiqahkan, terjalin perbandingan komentar( khilafiyah) di golongan ulama. Terdapat yang berkomentar, dapat dilaksanakan pada hari ke- 7, ke- 14, ataupun ke- 21, serta tidak disyari’ atkan pada hari yang lain. Nashnya adalah aqiqah tangsel

“ Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, ataupun keempat belas, ataupun keduapuluh satunya.”( HR. Baihaqi, Thabrani).

Sebagian lagi berkomentar, aqiqah dapat dicoba kapan juga, sekalipun telah berusia. Beralasan hadits dari Anas bin Malik yang berbunyi:

“ Rasulullah mengakikahi dirinya sendiri sehabis dia dinaikan bagaikan nabi( berusia).”( HR. Abdur Razaq serta Abu Syaikh dari jalur Qatadah dari Anas).

Ibnu Qayyim berkomentar:

“ Sekiranya anak- anak( lelaki ataupun perempuan) yang sudah menggapai baligh serta setelah itu ia mengenali kalau ayahnya tidak melaksanakan akikah untuknya, hingga dalam perihal ini dibenarkan ia( lelaki ataupun wanita) melaksanakan akikahnya sendiri. Ini merupakan komentar‘ Ata serta Al- Hasan serta pemikiran mazhab Syafi’ i.”

Sumber perbandingan komentar yang utama merupakan perbandingan evaluasi terhadap hadits Anas r. a. Sebagian ulama melemahkan hadis tersebut. Tetapi, sebagian menilainya hadits itu sahih.

Baca Juga : Imigran Rohingya Kabur dari Penampungan di Aceh

As Shidiq Aqiqah cenderung kepada komentar awal, ialah orang yang waktu kecilnya belum diakikahi, disunnahkan mengaqiqahi dirinya sendiri sehabis berusia serta sanggup. Wallahu a’ lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *